Selamat datang di situs Masyarakat Ekonomi Syariah

Gubernur Sumbar Komitmen Kembangkan Ekonomi Syariah di Tanah Minangkabau

Gubernur Sumbar Komitmen Kembangkan Ekonomi Syariah di Tanah Minangkabau

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Kota Pekanbaru, serta mewujudkan komitmen mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Sumatera Barat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar bekerja sama dengan Pengurus Wilayah MES Sumatera Barat dan lembaga terkait lainnya menyelenggarakan serangkaian kegiatan Road to FESyar: Festival Ekonomi Syariah Minangkabau (FESMina) 2021 yang dilaksanakan pada 3-5 Agustus 2021.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara pembukaan tersebut, diantaranya Wakil Menteri BUMN yang juga Ketua VI PP MES; Pahala Nugraha Mansyuri, Gubernur Sumbar; Mahyeldi Ansharullah yang juga sebagai Ketua Umum PW MES Sumbar, Koordinator Bl Wilayah Sumatera; Soekowardojo, Kepala Perwakilan Bl Sumbar; Wahyu Purnama, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS); Ventje Rahardjo.

Dalam sambutannya, Pahala menjelaskan potensi wakaf yang belum digarap secara maksimal dan mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat terhadap wakaf di Indonesia. Pahala menegaskan bahwa MES berkomitmen untuk menjadikan wakaf sebagai salah satu kekuatan ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Pahala menambahkan, selain wakaf, MES juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan jumlah usaha yang tersertifikasi halal sebagai sarana untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat halal dunia.

Sementara itu, Mahyeldi dalam sambutannya mengatakan ekonomi syariah dan masyarakat Minangkabau ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Sumbar sebagai provinsi dengan penduduk muslim mencapai 95 persen punya potensi dan sumber daya yang besar untuk dapat mengembangkan ekonomi syariah.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyatakan bahwa Sumbar memiliki potensi pengembangan wisata halal dan industri halal mulai dari fesyen muslim meliputi tenun, sulam, terawang, bordir, yang telah dieskpor hingga ke Malaysia. Mahyeldi yang baru dilantik menjadi Gubernur Sumbar pada awal tahun 2021 ini mengatakan ada beberapa program unggulan prioritas yang berkaitan dengan ekonomi syariah, mulai dari kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kemaritiman dan kelautan, serta pariwisata dan industri.

Sebagai tindak lanjut atas terpilihnya Sumbar sebagai Pilot Project Wakaf Produksi Nasional, pada peresmian FESmina 2021 kali ini juga turut dilakukan peluncuran Gerakan Minangkabau Berwakaf untuk mendorong percepatan literasi dan inklusivitas sektor wakaf di masyarakat Sumbar.

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *